Dikabarkan Mangkir dari Rapat di Istana, Apa Kata Jokowi?

KUPANG, KOMPAS.com -- Sebuah Broadcast Message (BM) melalui layanan BlackBerry Messenger (BBM) beredar di publik. Isinya, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo disebut tidak hadir dalam sidang kabinet paripurna dan persiapan Musrenbang Nasional di Istana Negara yang dihadiri oleh semua gubernur se-Indonesia. 

Berikut isi BM tersebut: 
"Gubernur NTT hadiri Sidang Kabinet Paripurna dan Persiapan Musrenbangnas yang diperluas pada siang ini di kompleks Istana. Gubernur seluruh Indonesia hadir. Sangat menarik , gubernur DKI JOKOWI tdk hadir, alasannya sedang Kunjungan Kerja ke NTT. Kita semua berharap kunjungan kerja ke NTT sukses dan membawa kebaikan bagi warga Jakarta.. Kita doakan... (maaf bc)". 

Hari Selasa (29/4/2014), Jokowi tengah berada di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Jokowi hendak menandatangani kerja sama antara Pemprov DKI dan Pemprov NTT yang diwakili oleh Gubernur NTT Frans Lebu Raya di bidang peternakan.

Mendapat kabar soal BM tersebut, Selasa sore, Jokowi hanya tertawa. "Ya enggak ada pengaruh apa-apalah. Yang kerja ya kerja, yang broadcast ya broadcast," ujarnya.

Jokowi mengatakan, acara Musrenbang Nasional bukan digelar Selasa ini, melainkan Rabu (30/4/2014) pukul 09.00 WIB, dan diadakan di Menara Bidakara, bukan di Istana Negara seperti yang tertulis dalam BM itu. Jokowi pun mengaku bersedia hadir dalam acara pertemuan antara gubernur se-Indonesia dengan Presiden itu.

Tifatul: Semua Parpol Sekarang Sedang 'Andi Lau'

Jakarta - Parpol-parpol masih melakukan gerilya politik memilah dan memilih mitra untuk membangun koalisi jelang pilpres. Hingga saat ini, baru Partai Nasional Demokrat (NasDem) yang jelas berkoalisi dengan PDIP mendukung capres Jokowi. Parpol lain masih belum menemukan kawan politik. 

Anggota majelis syuro PKS Tifatul Sembiring menyebut keadaan partai-partai saat ini dalam kondisi 'Andi Lau'. Maksudnya?

"Ini kan kita lihat realitas politik dulu, paling akan mengerucut tiga (capres), Prabowo, Ical, Jokowi. Pasti komunikasi, kita semua kan berada di dalam tataran menengah. Jadi 'Andi Lau', antara dilema dan galau. Kita kan ada di dalam dilema dan galau," ujar Tifatul di gedung Setneg, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (29/4/2014). 

Maksudnya PKS 'Andi Lau'? tanya lagi wartawan. 

"Semua parpol," lanjut Tifatul. 

Tifatul mengatakan, sejauh ini PKS belum memutuskan untuk berkoalisi dengan Gerindra. Komunikasi yang dilakukan PKS, kata mantan Presiden PKS ini, adalah merespons surat yang dikirim Prabowo Subianto dengan membentuk tim lima sebagai bentuk tindak lanjut. 

"Surat itu sudah dibacakan dalam sidang majelis syuro, sudah dibentuk tim dan akan berbicara masalah seperti apa perkembangannya, tapi PKS juga bicara dengan seluruh komponen," kata Tifatul.

Selain Prabowo, Menteri Komunikasi dan Informasi ini mengatakan capres Golkar Aburizal Bakrie sudah menyampaikan ajakan berkoalisi secara lisan. 

"Satu surat dari prabowo, tapi secara lisan Ical juga mengajak berkoalisi. Nanti dari hasil pembicaraan akan dibawa lagi ke majelis syuro," tuturnya.

Jokowi: Ada Seleksi Menteri, Lebih Banyak dari Profesional

Kupang, - Calon presiden yang diusung PDIP, Joko Widodo (Jokowi) selalu menegaskan jika jadi presiden nanti, ia tak akan bagi-bagi jatah kursi menteri dengan parpol koalisinya. Dia akan memilih sendiri menteri dengan penilaian kapasitas dan kualitas.

Jokowi mengatakan, dirinya mempersilakan jika ada partai yang bekerjasama dengan PDIP untuk mengajukan nama sebagai menteri. Namun keputusan tetap ada di tangannya, dan nama tersebut harus melewati berbagai tes. Jangan berharap banyak untuk dapat 'jatah' kursi menteri.

"(Menteri) bukan jatah. Bisa memasukkan nama, tapi harus sesuai kriteria. Artinya akan ada fit dan proper test. Kalau kriterianya pas ya mau diambil nggak apa. Kita ini mau membangun kabinet kerja," kata Jokowi di Bandara El Tari, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (29/4/2014).

Jokowi bahkan menegaskan kemungkinan terbesar nama menteri akan berasal dari luar partai. "Lebih besar (peluangnya) profesional," kata Jokowi.

"Siapapun (untuk koalisi) silakan. Kita terbuka kok. Tapi jangan urusan kursi, urusan menteri," tambahnya.

Sementara itu, untuk urusan calon wakil presiden yang akan mendampingi dirinya maju pada Pilpres kali ini, Jokowi belum mau memberi jawaban. Dia meminta agar publik bersabar menunggu siapa sosok yang akan dipilihnya nanti.

"Ditunggu lah, sabar dikit. Belum rampung. Sekarang sudah dua (nama). Tapi ditunggu, sabar," kata Jokowi yang bersiap kembali ke Jakarta ini.

Dari Mucikari Hingga Tanda Tangan Palsu, Ini 5 Pemicu Kemarahan Risma

Jakarta - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dikenal suka turun ke lapangan dan tegas dalam mengurus masalah pemerintahan. Jika ada hal yang tidak sesuai, Risma langsung menegur hingga kadang meluapkan amarah. Apa saja pemicunya?

Risma memang selama ini dikenal tegas dan tanpa kompromi dalam bekerja. Dia juga bukan tipe pemimpin yang duduk di belakang meja. Urusan teknis yang tak sesuai dengan petunjuknya bisa jadi sorotan.

Beberapa momen terekam saat Risma tegas pada anak buahnya. Ada yang terjadi baru-baru ini, ada juga yang sudah lama berlalu. Berikut sejumlah momen saat Risma bertindak tegas:

Teriakan Huuu
Walikota Surabaya Tri Rismaharini sempat marah di hadapan calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan. Risma tidak senang dengan teriakan huu... dari CPNS.

Saat itu Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemkot Surabaya Yayuk Eko Agustin dalam sambutannya mengatakan jika CPNS itu akan dimagangkan selama sebulan di kantor kelurahan dan kecamatan seluruh Kota Surabaya sesuai dengan kebutuhan.

Para CPNS yang hadir itu langsung berteriak 'Huu....u..'

Setelah kepala BKD menyampaikan laporan, giliran Walikota Risma menyampaikan pidato. Dalam sambutannya, Risma menyanyangkan teriakan Hu...

"Saya sakit hati Anda mengatakan seperti itu. Apakaha hina magang di kantor kelurahan," ujar Risma, di Ruang Sawunggaling Pemkot Surabaya Jalan Jimerto, Selasa (1/3/2011).

Menurut Risma CPNS yang bertugas sebagai tenaga pendidik, tenaga kesehatan dan tenaga strategis lainnya lebih beruntung dengan tenaga lainnya yang bertugas sebagai tukang sapu, tukang menggali makam.

Saat magang di kantor kelurahan maupun kecamatan, CPNS tidak hanya mempelajari proses administrasi maupun pelayanan KTP atau lainnya. Tapi juga dapat memanfaatkan untuk pengembangan ilmu dibidangnya masing-masing.

Damprat Mucikari Penjual Gadis Belia
Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya menangkap pelaku perdagangan gadis belia. Wali Kota Surabaya Tri Risma Harini menyempatkan diri bertemu dengan para korban dan tersangka.

Begitu melihat tersangka Yulianis, Risma langsung mendampratnya habis-habisan.

"Kamu mati rasa ya. Hatimu itu dimana. Kamu itu juga perempuan, kok kayak gitu," damprat Risma sambil berteriak di ruang lobby Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Jumat (29/6/2012).

Risma mengatakan bahwa jika bukan karena Yuliais, maka para korban tidak akan berbuat seperti itu. Yulianis telah menghancurkan masa depan anak-anak tersebut. Menurutnya jika ingin hancur, lebih baik Yulianis hancur sendiri, jangan mengajak anak-anak tak berdosa itu.

"Kamu itu ngakali Tuhan. Manusia itu milik Tuhan kok kamu jual," tambah Risma masih tetap emosi.

Yuianis yang sebelumnya bekerja sebagai Sales Promotion Girl (SPG) itu hanya diam saja mendapat dampratan seperti itu. Pembelaan Yulianis yang mengatakan bahwa ia menyesal tak dipercaya oleh Risma.

"Semenjak saya resign 2 bulan lalu, saya baru sekali ini melakukannya. Dia datang ke saya karena butuh uang. Sekarang saya menyesal," kata Yulianis memelas.

"Saya tak percaya. saya tahu orang macam kamu. Saya akan runut kejahatan kamu," teriak Risma

Ngambek Soal Surat Ijo
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini ngambek lantaran kecewa dituding tidak memperjuangkan warga yang unjuk rasa menuntut penghapusan Surat Ijo.

Peristiwa itu terjadi saat ratusan warga unjuk rasa di depan Balaikota Surabaya, Rabu (7/11/2012). Dalam aksinya, warga mendesak agar walikota memenuhi tuntutan warga dengan menghapus surat ijo dan menggantinya dengan sertifikat hak milik.

Warga yang unjukrasa di pintu sisi timur juga membawa poster yang diantaranya bertuliskan 'Hanya di Surabaya 1 objek dikenakan 2 jenis pajak: pajak bumi dan bangunan, retribusi atau sewa tanah hapus surat ijo, Surabaya sudah banyak menerima penghargaan tapi warganya masih menyewa tanah pemkot'.

Risma menemui massa dan menyatakan sudah berusaha untuk mengurus dan menyelesaikan masalah tersebut.

Namun, pengunjuk rasa justru mempertanykan kapan status hak milik bagi rumah warga yang berdiri di atas lahan Surat Ijo itu terealisasi. Mendengar itu, Risma semakin emosi. Risma pun jadi ngambek saat pengunjuk rasa meminta Risma agar tidak mengobral janji saja.

"Kalau bapak tidak percaya, saya tinggal," kata Risma. Ia pun bergegas meninggalkan warga yang unjuk rasa.

Warga yang sudah kecewa pun makin lantang. "Kami cuma meminta kepastian waktu. Dadi walikota kok koyo ngono. Nek gak onok wong cilik yo gak mungkin dadi (jadi walikota kok seperti itu. Kalau tidak ada rakyat kecil ya dia tidak mungkin jadi walikota," teriak salah satu pendemo.

Ikut Padamkan Api
11 Ruko di Pacific Megah di Dupak Surabaya terbakar hebat pada 4 November 2013 lalu. Wali Kota Tri Rismaharini langsung turun tangan memadamkan api.

Risma yang saat itu memakai helm berwarna hitam terlihat berlari-lari sambil teriak. Dia memberi pengarahan agar petugas bisa bertindak cepat.

Risma juga sempat marah pada salah satu supir truk yang menghalangi masuknya mobil pemadam kebakaran ke lokasi.
"Sampean jalan (mobilnya)!" kata Risma dengan nada tinggi dengan menggunakan pengeras suara.

Risma juga terlihat berteriak-teriak kepada petugas dari dinas pemprov Surabaya yang dibawanya untuk menolong para korban kebakaran.

Lapor ke DPR, TTD-nya Dipalsukan
Risma marah tanda tangannya dipalsukan terkait penandatangan surat pengangkatan Wisnu Saktibuana sebagai wakilnya. Risma merasa dirinya tidak dilibatkan dalam menentukan 'pasangannya' di pemerintahan itu.

Risma lantas datang ke DPR RI karena diundang oleh Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso terkait proses pemilihan Wakil Wali Kota. Risma menyampaikan keinginannya agar dugaan adanya cacat prosedur dalam proses pemilihan tersebut diusut tuntas.

"Saya ingin sampaikan bahwa saya mohon diklarifikasi di Komisi II untuk klarifikasi proses pemilihan wakil itu yang saya nerima tembusannya," kata Risma di Ruangan Pimpinan DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (20/2/2014).

Risma yang memakai batik cokelat dan jilbab warna senada ini menegaskan bahwa ia tak paham tentang dukung-mendukung. Ia datang karena mendapatkan undangan ke DPR RI.

"Saya gak ngerti dukungan. Saya gak tahu. Saya dapat undangan, saya datang, saya sampaikan masalahnya. Bagi saya jabatan itu besok saya bisa mati, nanti sore bisa mati. Kalau nanti sore Tuhan mencabut saya siap, besok siap," ucap Risma.


Tak Andalkan APBD, Banyuwangi Terbaik Soal Perencanaan Pembangunan

http://images.detik.com/content/2014/04/29/4/181749_anas.jpg
Jakarta -Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, berhasil meraih Anugerah Pangripta Nusantara Utama 2014 dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Anugerah ini diberikan untuk kabupaten/kota dengan perencanaan pembangunan terbaik.

Hanya ada 12 kabupaten/kota yang terpilih dari tota 529 kabupaten/kota se-Indonesia. Banyuwangi menjadi salah satu yang terbaik dari enam kabupaten/kota yang meraih penghargaan tingkat Utama atau perencanaan terbaik. Sebanyak enam kabupaten/kota lain meraih penghargaan tingkat Pratama atau perencanaan yang baik.

Penghargaan diberikan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana kepada Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (29/4/2014).

Armida mengatakan penghargaan ini diharapkan bisa melecut daerah untuk mendesain pembangunan kabupaten/kota secara lebih baik.

"Ke depan harus semakin banyak daerah yang punya perencanaan baik, komprehensif, terukur, dan tentu saja dapat dilaksanakan," ujar Armida.

Ia menambahkan tim penilai penghargaan ini terdiri atas para pakar, termasuk melibatkan tim independen yang dipimpin Prof Herman Haeruman dari IPB Bogor.

"Penghargaan ini harus jadi insentif bagi pemda untuk mewujudkan desain pembangunan yang baik demi perwujudan kesejahteraan rakyat," kata Armida.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, desain pembangunan harus bersumber pada kebutuhan dan permasalahan masyarakat. Dalam hal ini, pemerintah daerah mesti memiliki bank data yang kuat. 

"Data dan analisis yang salah terhadap permasalahan masyarakat, akan menghasilkan program buang-buang uang saja. Itu yang kami hindari. Data permasalahan harus presisi, sehingga program yang kami lakukan bisa menjawab kebutuhan publik," ujar alumnus studi kepemerintahan di Harvard Kennedy School of Government, Amerika Serikat, tersebut.

Perencanaan pembangunan, kata Anas, juga harus berani menerabas kebekuan dan tidak hanya terkungkung pada anggaran. Program pembangunan jangan berorientasi pada proyek yang bermuara pada anggaran.

"APBD itu kapasitas fiskalnya terbatas, kalau cuma mengandalkan APBD ya itu-itu saja program pembangunan. Makanya di Banyuwangi kita terobos, kita perbanyak inovasi dengan skema public private partnership. Sinergi pemda, BUMN, swasta, dan publik luas untuk optimalkan pembangunan," katanya.

Mekanisme Penilaian

Terkait penilaian penghargaan, mekanisme penilaian penghargaan ini dilakukan secara berjenjang mulai tahap evaluasi dokumen perencanaan hingga verifikasi lapangan. 

Ada empat kriteria penilaian, yaitu keterkaitan, konsistensi, kelengkapan dan kedalaman, serta keterukuran. Kriteria-kriteria itu menjelaskan mulai dari bagaimana keterkaitan perencaan kabupaten/kota dengan provinsi, konsistensi terhadap isu-isu yang digarap dalam prorgam, memenuhi aspek pro-growth, pro-job, pro-poor, dan pro-environment, serta mempunyai keterukuran hasil pembangunan.

Setelah evaluasi perencanaan pembangunan daerah, Kementerian PPN/Bappenas memverifikasi dengan sejumlah parameter, di antaranya apakah perencanaan tersebut sudah memenuhi aspek penyerapan aspirasi tingkat bawah (bottom-up), pelibatan berbagai unsur publik seperti LSM dan mahasiswa dalam perencanaan, sampai inovasi program pembangunan.

Induk Perusahaan Bakrie Ini Untung Rp 665 Miliar, Melonjak 15.000%

http://images.detik.com/content/2014/04/29/6/bakriereutersdalam.jpgFoto: Reuters
Jakarta -PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR) meraup laba Rp 665 milar dalam tiga bulan pertama 2014, melonjak 15.267% dibandingkan posisi tahun sebelumnya periode yang sama Rp 4,32 miliar.

Pendapatan Perseroan juga naik menjadi Rp 2,5 triliun di triwulan I-2014, naik 291% dari sebelumnya 860,99 miliar. Ke depan, emiten berkode BNBR ini akan lebih fokus pada perkuatan bidang usaha berbasis manufaktur dan pengembangan infrastruktur.

Kedua bidang usaha tersebut dalam beberapa tahun terakhir telah memberikan kontribusi besar bagi kinerja Perseroan dan diharapkan semakin besar di masa mendatang.

Sepanjang triwulan I-2014 ini, kedua bidang usaha yang dijalankan oleh unit-unit usaha non-listed BNBR itu menyumbang 82% dari seluruh pendapatan Perseroan senilai Rp 2,5 triliun, dan 72% dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Perseroan senilai Rp 665 miliar.

“Kelihatannya memang demikian. Dengan kondisi ekonomi global saat ini yang mana harga komoditas masih cenderung stagnan, kita akan lebih fokus ke market lokal dan regional. Bisnis di bidang usaha manufaktur dan infrastruktur sangat menjanjikan," kata Direktur Utama BNBR Bobby Gafur Umar, dalam siaran pers, Selasa (29/4/2014).

Kiprah Grup Bakrie di industri manufaktur dimulai dengan industri pipa baja di tahun 1959, saat ini divisi industri manufaktur terus berkembang menjadi PT Bakrie Building Industries (BBI) yang memproduksi aneka bahan bangunan untuk kebutuhan usaha properti dan konstruksi, PT Bakrie Autoparts (dahulu bernama PT Bakrie Tosanjaya) yang memproduksi komponen otomotif.

Selain itu ada PT Bakrie Metal Industries (BMI) yang meliputi PT Bakrie Pipe Industries (BPI) yang memproduksi pipa berbahan baku besi dan baja. Selain pipa baja, BMI juga menangani bisnis konstruksi baja dan fabrikasi di bawah unit PT Bakrie Construction (BCons). Semuanya adalah unit usaha BNBR non listed

Di bidang infrastruktur, unit usaha Perseroan yakni PT Bakrie Oil & Gas Infrastucture telah mulai membangun jaringan pipa tahap pertama, di jalur sumur gas Kepodang ke Tambak Lorok di Jawa Tengah. Melalui PT Bakrie Toll Indonesia, Grup Bakrie juga sudah memulai tahapan pembebasan lahan sebagai langkah awal pembangunan jalan tol ruas Cimanggis-Cibitung.

Selain itu, masih ada PT Bakrie Power yang menangani pembangunan infrastruktur energi dengan proyek PLTU Tanjung Jati A. Bobby optimistis semua unit usaha Perseroan tersebut akan di masa mendatang.

PT Bakrie Metal Industries (konsolidasi dari BPI dan BCons) di tiga bulan pertama tahun ini meraup pendapatan Rp 1,3 triliun, meningkat 277% dibandingkan dengan perolehan periode yang sama tahun 2013. Catatan peningkatan perolehan laba bersih perusahaan ini juga positif, mencapai Rp 181,5 miliar, meningkat hingga 1.836% jika dibandingkan periode waktu yang sama tahun 2013 lalu.

PT Bakrie Autoparts mencatatkan perolehan pendapatan sebesar Rp 207,6 miliar, meningkat 4% dibandingkan pada periode yang sama tahun 2013 lalu yang tercatat Rp 199,1 miliar. Pada periode waktu tersebut, perusahaan ini juga meraup laba bersih Rp 2,7 miliar. 

Sementara BPI memperoleh pendapatan Rp 147,5 miliar dan laba bersih Rp 10,7 miliar yang mencerminkan sekitar 85% dari target perolehan laba bersih sepanjang tahun 2014.

Jokowi: Siapapun Silakan Gabung, Tapi Jangan Urusan Kursi Menteri

Kupang, - Capres PDIP Jokowi membuka pintu koalisi seluas-luasnya. Namun Jokowi mengingatkan, membicarakan koalisi dengan dirinya jangan pernah menyinggung bagi-bagi kursi menteri.

"Siapapun silahkan (bergabung). Kita terbuka kok. Tapi jangan urusan kursi, urusan menteri," kata Jokowi kepada wartawan di Bandara El Tari, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (29/4/2014).

Jokowi juga menerangkan, selama ini dirinya intens melakukan komunikasi politik baik dengan ketua umum partai, maupun dengan elit partai. Menurutnya, semakin sering bertemu, maka akan semakin baik hubungan.

"Sudah ketemu semuanya. Mau ketemu senior partai, ketua partai, capres, kan gak masalah. Kadang ke rumah kita, atau kita yang ke sana. Semakin sering ketemu kan semakin baik. Kita ini ke depan kan mau melangkah bersama, agenda bersama," kata Jokowi.

Jokowi kemudian menyinggung pembicaraan koalisi dengan Golkar. Golkar hanya ingin koalisi di parlemen pasca Pilpres. Jokowi tak masalah Golkar mengusulkan nama menteri, asalkan partai beringin tidak malu.

"Nyodorin nama ya nggak apa. Tapi, kamu kalau gak ikut kerjasama (di kabinet) terus masukin nama, apa gak malu kamu?" sindirnya.

Ini Alasan Wakapolri Larang Kapolres dan Istri Miliki Ajudan

Jakarta - Polri melarang kapolres memiliki ajudan. Tujuannya, agar para anggota lebih fokus pada pelayanan dan operasional. Hanya tingkat kapolda saja yang berhak didampingi ajudan.

"Mabes Polri prioritaskan pelayanan kepada masyarakat. Sehingga, personel Polri 80 persennya ada di Polres dan Polsek. Nah, yang di Polres ini jangan dijadiin ajudan. Optimalkan saja untuk pelayanan," kata Wakapolri Komjen Pol Badrodin Haiti saat dihubungi wartawan, Selasa (29/4/2014).

Menurut Badrodin, aturan ini berlaku sejak lama. Bila kapolres hendak memakai jasa sopir atau sekretaris pribadi, cukup diambil dari PNS saja

"Dari dulu yang diizinkan pakai ajudan itu cuma kapolda. Kapolres ndak usah. Kalau mau pakai sopir atau Sespri (sekretaris pribadi), (Kapolres) cukup pakai PNS saja. Biar anggota yang sudah dikerahkan ke polres-polsek ini diberdayakan untuk operasional," jelasnya.

Kapolres Kepulauan Meranti, Riau, AKBP Pandra Arsyad sebelumnya mengatakan, dia tak lagi memiliki ajudan. Penyebabnya, ada surat edaran dari wakapolri yang melarang hal tersebut.

"Sekarang saya tidak punya ajudan lagi. Ajudan saya sudah saya tugaskan di salah satu polsek," kata Pandra.

Masih menurut Pandra, dengan surat arahan itu juga, kini juga tidak ada lagi ajudan yang biasanya juga melekat kepada istri kapolres. "Kalau kapolres saja sudah tak boleh pakai ajudan, tentunya juga itu berlaku untuk istri juga," kata Pandra.

Ahok Tak Mau Dipanggil KPK Gara-gara Proyek Monorel

http://images.detik.com/content/2014/04/29/4/145141_ahok11.jpg
Jakarta -Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki T. Purnama alias Ahok tak mau gegabah soal revisi perjanjian kerjasama (PKS) antara Pemprov DKI Jakarta dengan PT Jakarta Monorail (PT JM) terkait kelanjutan proyek monorel. Ahok dan Gubernur DKI Jakarta Jokowi tak mau bermasalah soal hukum di kemudian hari gara-gara perjanjian tersebut, salah satunya adalah berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Kita tidak ingin ada sesuatu kesalahan, yang akhirnya-akhirnya malah membuat Pemprov DKI nanti jadi ada masalah hukum," kata Ahok di Balai Kota Jakarta, Selasa (29/4/2014)

Ahok menegaskan tidak ingin keputusan yang telah ditandatangani saat ini, menjadi masalah hukum pada suatu hari setelah tak lagi menjabat sebagai wakil gubernur.

"Ya kan kami saling menjaga kan. Beliau (Jokowi) lindungi saya, saya lindungi beliau. Jangan sampai kita sudah tua kita malah dipanggil. Masak pas ulang tahun dipanggil KPK, ya kan nggak enak," tegas Ahok.

Ahok mengatakan ada beberapa permintaan dari PT JM yang sulit dipenuhi oleh Pemda DKI Jakarta misalnya soal pemanfaatan ruang komersial di setiap stasiun, hingga perubahan waktu konsesi dari 30 tahun menjadi 50 tahun.

"Saya nggak ngerti PT JM itu maunya apa. Kalau JM bicara mau bangun 3 lantai di atas semua jalur itu, berarti tiang lama juga nggak bisa pakai," katanya.

Ia juga mengatakan akan kembali mendalami masa lalu dari PT JM, apalagi pada era Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, telah mencabut izin pembangunan monorel untuk PT JM

"Saya mau teliti dulu. Kenapa Pak Fauzi Bowo membuat keputusan tahun 2011, ini Gubernur loh yang mutus. Kalau pun itu sepihak dari kita apa kita boleh hidupin lagi. Nah, itu nanti jadi masalah," katanya.

Seperti yang diketahui, rencana pembangunan tiang-tiang monorel telah terhenti sejak tahun 2004 lalu. Padahal, tiang-tiang tersebut sudah di bangun di kawasan kuningan hingga senayan. Hingga saat ini tercatat ada 160 tiang monorel di kawasan tersebut.

Pada 19 September 2011 lalu, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo secara resmi menghentikan masa perjanjian terhadap konsesi PT Jakarta Monorel sebagai pengembang dan investor monorel. Dampak penghentian perjanjian itu, pihak PT Jakarta Monorel meminta penggantian biaya investasi Rp 600 miliar.

Foke pada waktu itu menegaskan akan mengganti sesuai rekomendasi dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang menyatakan jika ganti rugi dapat dibayarkan kepada investor monorel maksimal Rp 204 miliar.

Pada era Gubernur DKI Jakarta di bawah Jokowi proyek dilanjutkan melalui PT JM dengan meneruskan izin yang sebelumnya sudah dicabut. Pada pertengahan Oktober 2013,proyek monorel sudah groundbreaking, namun kini belum ada perkembangan yang berarti.

IPDN Sebut Cipratan Tanah Liat, RS Cicendo: Cairan Pembersih Lantai

Bandung - Kabar adanya perkelahian antar praja putri IPDN yang mengakibatkan lima orang menjadi korban karena tersiram air keras, dibantah pihak kampus. IPDN menyatakan mereka terkena cipratan tanah liat. Namun keterangan dari RS Cicendo berbeda. Kelima praja putri tingkat dua itu terkena cairan pembersih lantai.

Humas RS Mata Cicendo mengungkapkan lima praja putri IPDN datang kemarin siang karena mengeluh infeksi di matanya. "Kemarin sekitar pukul 12.00 WIB ada 5 orang mahasiswa IPDN yang datang," ujar Humas RS Mata Cicendo, Yetti Kusniati saat ditemui wartawan di RS Mata Cicendo, Jalan Cicenso, Selasa (29/4/2014).

Ia mengatakan, kelima perempuan muda tersebut diperiksa di Bagian Infeksi dan Imunologi dibawah Dr Susi Heryati, SpM. "Setelah dilakukan pemeriksaan, dua orang dibawa ke bagian IGD untuk dilakukan tindakan spooling (disemprot) untuk membersihkan matanya," terangnya.

Yetti mengaku tidak mengetahui persis infesksi apa yang dialami oleh kelima praja tersebut. Namun ia sempat mengatakan, cairan yang masuk bukanlah cairan kimia.

"Pasien tidak bercerita, kami hanya melakukan pembersihan saja karena takut ada apa-apa. Katanya sih itu cairan pembersih lantai. Tapi yang pasti bukan cairan kimia," tutur Yetti.

Kelima praja putri tersebut pun langsung pulang setelah mendapatkan pemeriksaan dan tindakan. "Kalau tidak salah sih ada yang mengantar, pembinanya," ungkapnya.

Data diri kelima praja putri tersebut tak bisa diberikan Yetti tanpa izin yang bersangkutan dan pimpinan RS.

Sebelumnya polisi mendapat kabar adanya perkelahian antar praja putri tingkat dua atau madya pada Minggu (27/4/2014) lalu. "Kabarnya ada praja baku hantam dan siram-siraman di IPDN. Enggak tahu siram-siraman air apa," ucap Kapolsek Jatinangor Kompol Roedy de Vries saat menyambangi kampus IPDN Jatinangor, hari ini.

Namun pihak IPDN menutup diri. Meski begitu Roedy mengaku akan terus menelusuri kasus ini.

Detik-detik Salat Jumat Menegangkan Bagi 10 WNI Kala Polisi Ceko Menggerebek Masjid

Polisi Ceko saat menggerebek di Islamic Foundation, Jumat lalu (Foto: cezkenoviny.cz)
Jakarta - Ada sekitar dua lusin polisi Ceko yang datang dengan senjata api laras panjang ke sebuah masjid di pusat Kota Praha. Mereka meminta semua jamaah masjid yang hendak menggelar salat Jumat untuk tiarap di lantai.

"Ada sekitar 100 orang di dalam masjid. Karena ruangan sempit, kami akhirnya bersujud," jelas Staf KBRI Praha Bidang Pensosbud, Wahono Yulianto, saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (29/4/2014). 

Peristiwa itu terjadi pada Jumat (25/4) sekitar pukul 13.00 waktu setempat. Salat Jumat padahal hendak dimulai. Ada 10 WNI yang terdiri dari 9 staf KBRI dan seorang mahasiswa Indonesia ada di masjid itu, termasuk Wahono.

"Polisi masuk saat azan," imbuh Wahono.

Tak lama, seorang warga Ceko berdebat dengan polisi. Namun polisi bergeming. Jamaah masjid diperiksa. Yang membawa anak kecil, orangtua, dan yang sakit diminta keluar.

"Mereka mencari seorang yang mempublish buku yang dilarang di Ceko," imbuh Wahono yang baru 2,5 bulan bertugas di Ceko.

Staf KBRI kemudian berbicara dengan polisi Ceko. Sesuai Konvensi Wina mereka memiliki kekebalan diplomatik. Tetapi, polisi Ceko hanya mengizinkan 6 orang saja WNI keluar, sisanya tetap bertahan di dalam masjid

"Kami bernegosiasi, kami ingin semua bisa keluar. Sekitar jam 4 sore baru semua diperbolehkan keluar," jelas Wahono.

Setelah itu, Wahono mengecek apakah masih ada WNI di dalam masjid. Karena di Ceko tengah menjelang musim semi, musim wisatawan. Dan setelah hasil cek menyatakan tak ada WNI di masjid, semua pergi ke KBRI.

"Kita salat zuhur saja akhirnya," terang dia.

Selama ini tak pernah ada peristiwa seperti ini di Ceko. Seorang staf lokal KBRI yang sudah 30 tahun di Ceko juga mengaku ini baru kejadian pertama.
"Ada kekhawatiran, tindakan itu berlebihan," tutup Wahono.

Jokowi: Dua Partai Hijau Akan Gabung ke Kita

Jakarta - Calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Joko Widodo (Jokowi) terus melakukan komunikasi politik dengan sejumlah partai. Hasilnya Partai Nasional Demokrat sudah 'merapat' untuk mendukung Jokowi. 

Mantan Wali Kota Surakarta itu memastikan dalam beberapa hari ke depan, akan ada dua partai lagi yang akan bergabung untuk mengusung Jokowi menjadi capres.

"Jadi, akan nambah (partai) satu atau dua lagi. Baru tadi siang dapat kabar," kata Jokowi di Bandara El Tari, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (29/4/2014).

Jokowi belum mau memberi tahu nama parpol tersebut. Dia hanya memberi bocoran 'hijau' yang mengidentikkan parpol yang dimaksud. "Partai hijau," kata Jokowi.

Namun pria yang kini menjabat Gubernur DKI Jakarta itu menolak menyebut identitas dua partai tersebut. "Saya belum mau ngomong, nanti sudah rangkul-rangkulan gitu, tahu-tahu nggak jadi," kata dia.

Jokowi juga menegaskan, hingga saat ini partainya masih terbuka untuk bekerjasama dengan partai lain. "Siapapun silahkan. Kita terbuka kok. Tapi jangan urusan kursi, urusan menteri," katanya.

Tercatat Jokowi pernah melakukan komunikasi politik Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa, Muhaimin Iskandar. Bahkan pertemuan politik itu dilakukan dengan 'mesra' sambil makan malam nasi Kebuli di markas PKB. Namun hingga kini belum ada kata sepakat untuk menjalin koalisi antar kedua partai.

Kemarin Partai Persatuan Pembangunan melalui Wakil Ketua Umumnya Suharso Monoarfa dan tokoh senior Hamzah Haz berkunjung ke rumah Ketum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Dua partai ini kah yang dimaksud Jokowi?.

Rekaman Pilot MH370-ATC Diperdengarkan Pertama Kali pada Keluarga Korban

Pilot MH370
Beijing - Rekaman percakapan antara pilot Malaysia Airlines MH370 dan petugas Air Traffic Control (ATC) diperdengarkan pertama kali pada publik. Publik yang pertama kali mendengarkan adalah keluarga korban dari China.

"Malaysia three seven zero contact Ho Chi Min 120.9, good night," kata petugas ATC Malaysia, seperti dilansir dari CNN, Selasa (29/4/2014).

"Good night Malaysian three seven zero," demikian jawab suara laki-laki dalam kokpit MH370.

Ini merupakan pertama kalinya otoritas Malaysia memperdengarkan rekaman percakapan pilot dan ATC, setelah 50 hari pesawat itu menghilang pada 8 Maret 2014 lalu. Otoritas Malaysia mengadakan briefing panjang hari ini di Beijing, China, di mana sesi pertama adalah rilis kronologi kontak terakhir pesawat dengan radar sesuai dengan orbit satelit di atas Samudera Hindia.

"Pada pukul 02.03 waktu setempat tanggal 8 Maret, pusat operasional Malaysia Airlines mengirim pesan pada kokpit menginstruksikan pilot untuk mengontak petugas darat di Vietnam," kata pejabat penerbangan Malaysia, Sayid Ruzaimi Syed Aris.

Namun, MH370 saat itu tidak merespons pesan dari pusat operasional Malaysia Airlines. Hampir 20 menit kemudian, pukul 02.22, Aris mengatakan AU Malaysia, Royal Malaysia Air Force, melihat penerbangan MH370 untuk terakhir kalinya pada sistem radar. Saat itu, pesawat diyakini telah membelok jauh, di atas wilayah pesisir Malaysia dari Penang ke arah Selat Malaka.

Setelah pukul 02.22 hingga pukul 07.13 tidak ada yang mencoba mengontak MH370. Pukul 07.13, barulah MAS mencoba membuat panggilan suara ke pesawat. "Namun tak ada respons," kata Aris. 

Sedangkan perwakilan MAS Subas Chandran mengatakan pada keluarga penumpang dari China itu bahwa pesawat kemungkinan kehabisan bahan bakar pukul 08.12. Otoritas Malaysia juga menunjukkan hasil tangkapan radar keenam dan terakhir satelit Inmarsat di atas Samudera Hindia pada pukul 08.11 waktu Malaysia. 

Otoritas Malaysia juga menunjukkan dari data Inmarsat terakhir bahwa jalur pesawat sudah menyimpang jauh dari jalur yang seharusnya ke Beijing.

Ganjar Mengamuk, Ahok: Masa? Jadi Pak Ganjar Bisa Marah Juga ya, Bagus Dong!

Jakarta - Wagub DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kaget saat mendengar aksi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo 'mengamuk' saat sidak di jembatan timbang. Ia mendukung langkah politisi PDIP itu.

"Masa? Jadi Pak Ganjar bisa marah juga ya, bagus dong," kata Ahok dengan ekspresi terkejut saat dimintai komentar soal aksi Ganjar yang marah-marah ketika sidak di jembatan timbang Subah, Batang, Jateng, di Gedung Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (29/4).

Dia lantas mendukung dan mengaku tak heran akan reaksi Gandjar. "Pasti lebih galak dong, dia kan bos saya di Komisi II (DPR dahulu)," kata Ahok yang sama-sama pernah duduk bersama di komisi yang membidangi pemerintahan dalam negeri itu.

Ganjar marah besar ketika melakukan sidak di Subah pada Minggu 27 April sekitar pukul 20.00 WIB. Saat melintas di jembatan timbang Subah, Ganjar memutuskan untuk mampir. Di sana, ia bertanya kepada petugas soal mekanisme kerja.

Ganjar memergoki praktik pungutan liar di jembatan timbang tatkala membuntuti seorang kernet truk yang berjalan menuju kantor sambil menggenggam uang. Uang itu diletakkan di meja petugas jembatan timbang.

"Buat siapa itu?! Heh?! Buat siapa?!" kata Ganjar dengan nada tinggi. Dia memerintahkan petugas membuka laci dan melihat dua amplop berisi uang. "Buka semua laci! Apa kayak gini ini? Hah? Apa ini? Buka semua laci! Siapa yang tanggung jawab ini?” ujar Ganjar sambil membanting amplop.

Amukan Gubernur Ganjar di Jembatan Timbang Patut Dicontoh, Blusukan Antikorupsi

Jakarta - Masyarakat sudah muak dan kesal dengan praktik korupsi yang terjadi. Contoh kecil saja jalan berlubang yang setiap tahun muncul. Proyek tambal sulam, selalu ada. Selain hujan penyebabnya truk bertonase besar kelebihan muatan yang bebas melenggang di jalan. Mengapa itu bisa terjadi? Sudah rahasia umum ada kongkalikong dengan oknum di jalan salah satunya lewat jembatan timbang.

Nah, blusukan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo semakin membuka mata publik. Ada kernet yang setor uang ke meja petugas di jembatan timbang agar bebas dari tilang. Ganjar mengamuk pun di jembatan timbang pada Minggu (27/4) saat pulang dari kunjungan dan mampir ke lokasi. Apa yang dilakukan Ganjar sebagai kepala daerah tentu patut dicontoh. Blusukan yang dilakukan Ganjar harus sering dilakukan kepala daerah, blusukan antikorupsi.

"Cara Ganjar perlu dicontoh dan jadi model baru pemberantasan korupsi oleh seorang kepala daerah. Blusukan tidak hanya melihat kondisi rakyat tetapi juga blusukan antikorupsi," jelas aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW) Emerson Yuntho saat berbincang di Jakarta, Selasa (29/4/2014).

Blusukan Ganjar ini bisa menjadi model baru. Blusukan yang dilakukan Ganjar juga soal membenahi sistem antikorupsi yang sudah menjadi rahasia umum kerap dilakukan oknum tak bertanggung jawab.

"Blusukan untuk memerang korupsi ataupun pungli yang membebankan masyarakat," terang Emerson.

Jadi seorang kepala daerah, kalau banjir penghargaan dari lembaga manapun, tapi di daerahnya masih ada praktik pungli atau jalan berlubang jangan bangga dulu. Ada sistem yang rusak di daerah itu.

Contoh mantan Wali Kota New York, Rudolph Giuliani yang sukses memberantas korupsi di kalangan kepolisian dan birokrasi kota itu dan juga menyingkirkan mafia dari berbagai proyek pemerintah New York.

"Semua dimulai dari pemimpinnya," tutup Emerson.

Aksi-aksi 'Emosional' Ganjar Selain Mengamuk di Jembatan Timbang

Dok Detikcom

Jakarta - Bukan hanya saat menyidak jembatan timbang saja Ganjar Pranowo 'sebel' terhadap birokrasi dan permasalahan di daerahnya. Setelah menjabat sebagai gubernur Jateng, ia sadar banyak hal yang perlu diperbaiki. Karena itu, hingga saat ini pria 45 tahun ini berburu solusi.

Ganjar dilantik pada Agustus 2013 lalu. Ia menggenggam beragam program, mulai dari kartu nelayan, perbaikan infrastruktur hingga penataan birokrasi. Berikut beberapa aksi politikus PDIP mantan anggota DPR Komisi II (pemerintahan dalam negeri) ini dalam mewujudkan program:


1. Kecewa Proyek Infrastruktur Macet
Ganjar mengaku kecewa dengan kinerja Bina Marga terkait perbaikan infrastruktur di beberapa ruas jalan di Jawa Tengah. Karena itu, ia memutuskan akan mengecek secara langsung. Ia bahkan berencana membawa buldoser, tapi urung dilakukan karena waktunya mepet.

"Saya keras karena beberapa pelaksanaannya macet. Tunggu ini tunggu itu, saya harus lihat di lapangan," kata Ganjar, Rabu (16/4/2014) lalu. Kemudian, Ganjar melakukan road show ke Wonosobo, Temanggung, Batang, dan lain-lain.

2. Tongkrongi Diskusi Tan Malaka
Diskusi tentang sosok Tan Malaka nyaris tak bisa digelar di Semarang. Selain didemo warga, juga disebut-sebut ada kelompok yang siap membubarkan jika diskusi tokoh kiri itu jadi digelar. Lokasi acara pun dipindah, dari sekretariat komunitas Hysteria ke kampus Fakultas Ilmu Budaya Undip.

Berkaos merah bertuliskan Indonesia, Ganjar datang ke lokasi acara yang dihadiri penulis buku, Harry a Poeze, Senin (17/2/2014) malam. Pria kelahiran Karanganyar ini tidak memberikan sambutan layaknya pejabat, tapi hanya ikut diskusi demi memastikan semua berjalan lancar.

3. Masuk Lubang
Saat melakukan road show, Ganjar tiba-tiba minta berhenti di Desa Telaga Abang, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Rabu (16/4/2014). Ia turun dari mobil Pajero Sport merahnya dan masuk ke jalan yang berlubang selebar 1,5 meter.

Ganjar mengintip bagian bawah jalan yang berlubang itu. Pria berambut putih tersebut kemudian beranjak dari lubang dan menelepon Wakil Bupati Banjarnegara Hadi Sumpeno.

"Ini ada jembatan ambrol, tolong diatasi ya. Nanti koordinasi sama Pak Heru (Wagub Jateng). Saya bagi tugas, besok saya ke Jakarta," kata Ganjar kepada Hadi melalui telepon selulernya.

4. Sentil Caleg demi Satinah
TKI Satinah, warga Kabupaten Semarang, nyaris dihukum pancung di Arab Saudi. Ganjar ikut turun tangan. Berdalih berempati ke warganya, ia menggalang dana sebagai uang penganti (diyat), Selasa (25/3/2014).

"Daripada dipakai untuk money politics? Nyumbang kan lebih bagus. 17 ribu caleg di Jateng nyumbang Rp 1 juta, Rp 17 miliar, sisa itu, selesai. Dan pasti dicatat dunia akhirat," tegas Ganjar saat itu.

Atas negosiasi pemerintah dan dukungan berbagai pihak, Satinah akhirnya bebas dari hukuman pancung. Uang diyat sebesar 7 juta riyal atau Rp 21 miliar dibayarkan secara bertahap.
(try/nrl)

Melihat Momen Marah Jokowi, Ahok, Ganjar hingga SBY

Jakarta - Sebagai pemimpin, kadang ada saja kelakuan anak buah yang membuat emosi. Ekspresi kemarahan pun akhirnya terluap. Ada yang meledak-ledak, ada juga yang kalem menyampaikannya. Seperti apa momen marah para pemimpin terkenal di Indonesia?

Gubernur DKI Joko Widodo, wakilnya Basuki Tjahaja Purnama, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo hingga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pernah terekam kamera ketika marah. Pemicunya tak lain berbagai kelalaian yang bersumber dari kinerja anak buah mereka.

Bagaimana ekspresi keempat tokoh tersebut? Berikut ceritanya:

SBY
Ada sejumlah momen saat Presiden SBY tersulut emosinya. Sebagian di antaranya karena melihat permasalahan yang tak beres hingga fitnah yang ditebar kepada dirinya secara pribadi.

Insiden yang pernah jadi pembicaraan hangat terjadi pada tahun 2009 lalu. Kala itu, SBY sedang memimpin rapat kabinet dan melihat tiga pejabat yang ikut rapat asyik mengobrol sendiri. Agenda rapat kala itu sedang membahas kontrak ekspor liquefied natural gas (LNG) Tangguh yang akan dinegosiasikan dengan pemerintahan China.

Awalnya suasana pengarahan itu tenang-tenang saja. SBY memulainya dengan memberikan penjelasan LNG. Setelah SBY, giliran Wapres Jusuf Kalla (JK) yang memberikan penjelasan. Di sela-sela menyampaikan kesimpulan itu, tiba-tiba SBY menunjuk ke tiga pejabat negara. Pejabat itu diketahui sedang asyik ngobrol.

"Hai jangan ngobrol sendiri! Dengarkan! Jangan berbicara sendiri dong! Coba sini, ini masalah penting!" ucap SBY.

Kemarahan SBY juga tampak ketika namanya dikaitkan dengan sosok Bunda Putri di persidangan kasus suap impor daging dengan terdakwa mantan presiden PKS Luthfi Hasan. SBY geram karena masalah itu jadi dihubungkan dengan dirinya.

Yang paling terakhir, Presiden SBY geram dengan kasus kebakaran hutan di Riau yang menimbulkan kabut asap. Pria asal Pacitan itu kecewa karena peristiwa itu kembali berulang.

"Ini terjadi lagi, Riau lagi. Saya tahu, ini disebabkan oleh kesalahan kita sendiri," ujar SBY dengan nada tinggi di Mapolda Jateng saat memimpin rapat via teleconference, Jumat (14/3/2014).

"Sebagian dari saudara kita di Riau kembali melakukan pembakaran di atas ladang yang ada. Saya tahu cuaca ekstrem, api mudah menjalar, tapi biang keladinya ada tindakan pembakaran, yang semestinya bisa dicegah, wali kota, bupati, camat, mestinya bisa dilakukan pencegahan paling tidak mengurangi, tapi kejadian sudah seperti ini," paparnya.

Jokowi
Sangat jarang melihat Gubernur DKI Joko Widodo marah. Dia sendiri mengaku bukan tipikal pemimpin yang suka mencak-mencak, tapi langsung mencopot pejabat. Namun ada satu momen ketika pria kalem itu tersulut emosinya.

Kejadian ini berlangsung pada 18 Oktober 2013 lalu di kantor wali kota Jakarta Timur. Jokowi yang berbaju khas Betawi menggelar sidak ke ruang Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Mantan wali kota Solo itu awalnya ingin melihat proses pendaftaran perusahaan. Usai diserahkan formulir Jokowi lalu mengecek ke ruangan Kasudin UMKM. Rupanya di sana, kosong.

Setibanya di ruang Sudin UMKM, suasana mulai riuh. Ruang tersebut tampak tidak ramai. Hanya ada beberapa petugas. Beberapa meja kosong. Beberapa komputer di meja tersebut juga tampak tidak menyala. Bahkan di salah satu meja yang komputernya menyala, terlihat tampilan game.

Seorang staf bernama Husnul Chotimah, kebingungan dan lalu memanggil sejumlah nama. Ternyata, Kepala Suku Dinas UMKM Johan Afandy tidak berada di tempat. "Pak Johan mana? Panggil, tolong cepat," kata Husnul panik.

Beberapa petugas di ruang tersebut terlihat panik. Jokowi hanya tegak berdiri sambil tetap memegang berkas. Kemudian salah seorang bernama Fandy Siregar kemudian menyalakan komputer di salah satu meja. Ternyata, komputer tersebut tidak bisa dibuka karena terkunci dengan kata sandi. Raut muka Jokowi mulai tanpak kesal. Jokowi kemudian memanggil ajudannya untuk mencatat nama-nama petugas di ruangan tersebut.

"Mas, dicatat nama-namanya," ujar Jokowi setengah berbisik ke ajudannya.

Setelah beberapa saat menunggu tanpa hasil mantan Wali Kota Solo itu lalu membanting berkas di salah satu meja. Dia kemudian bergegas turun ke bawah sambil diekori oleh Krisdianto dan Husnul Chotimah

Setibanya di bawah, tanpa basa-basi, Jokowi langsung masuk ke dalam mobilnya dan langsung menutup pintu mobil dengan keras.

Ahok
Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dikenal sebagai sosok yang ceplas ceplos. Emosinya kerap tersulut. Namun ada satu momen yang paling membuatnya geram, yakni ketika ada para pengusaha yang hendak menyumbang, malah dipersulit oleh anak buahnya.

Kejadian itu bermula saat seorang pengusaha Antonius Wenoe bersama Telkomsel dan Ti-phone serta lainnya menyerahkan bantuan 30 bus sedang kepada Pemprov DKI. Namun para pengusaha dipersulit. Mereka pun menggelar rapat.

"Kita ini sudah terkumpul 30 bus. Mau delivery, susahnya minta ampun. Ada yang mau komit dan kasih, karena bertele-tele, tidak jadi. Saya ini sudah setahun ke Pemda untuk urusin bus ini. Kita frustasi, Pak. Bus itu mau diterima atau tidak?! Kalau tidak mau diterima, bus mau dijual lagi," kata Antonius di kantor Ahok, Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (11/3/2014). Antonius tiba-tiba menggebrak meja. Brak!

Ahok lalu merespons dengan marah pada anak buahnya yang memberi pajak pada penyumbang bus yang akan mengiklankan produk mereka.

"Kita ini sudah mau disumbang bus masih mau dikenakan pajak coba. Lama-lama saya berpikir DKI ini memang suka beli bus sendiri. Biar bisa nyolong komisi, luar biasa memang pintar-pintarnya pegawai DKI ini. Lama-lama saya nanti jadi paranoid gara-gara dengan kalian yang suka main tender," kata Ahok dengan suara tinggi.

Ganjar Pranowo
Kemarahan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo muncul saat sidak di pos jembatan timbang. Sang Gubernur yang awalnya santai bertanya-tanya ke petugas, tiba-tiba mengamuk setelah mengetahui adanya pungutan liar. Berikut detik-detik kemarahan orang nomor satu di Pemprov Jateng.

Ganjar dan rombongan mampir ke pos jembatan timbang Subah, Batang, usai kunjungan kerja ke Cilacap, Banyumas, dan Tegal, Minggu (27/4) malam. Saat itu, ia hendak kembali ke Semarang. Di lokasi sidak, Ganjar ditemui petugas jaga pos di dalam ruangan.

"Kalau melebihi muatan, gimana?" tanya Ganjar ke petugas mengenai truk-truk yang mengangkut barang melebihi kuota.

Petugas menjelaskan mekanisme denda sesuai peraturan. Ganjar yang berpakaian kemeja putih manggut-manggut. Truk-truk besar silih berganti masuk ke jembatan timbang. Seorang kernet tiba-tiba masuk ke ruangan tak jauh dari Ganjar berdiri. Ia menaruh uang Rp 10 ribu ke meja, lalu berlalu. Ganjar terus mengawasi gerak-gerik kernet truk itu. Ia menghadang saat kernet hendak keluar lewat pintu ruangan.

"Buat siapa itu? Buat siapa?" kata Ganjar sambil melotot. Tangannya menunjuk uang di meja.

Kernet bingung. Ia sempat diam beberapa saat sebelum akhirnya menjawab bahwa truknya melebihi tonase sehingga harus membayar denda. Tapi ia mengaku biasa tidak menggunakan struk

Ganjar 'menyeret' sopir truk yang hendak memberi uang ke petugas ke dalam ruangan. Sopir dan kernet itu dimarahi. Tak berhenti di situ, Ganjar ganti mencari petugas. "Siapa yang tanggung jawab ini?! Siapa?!" teriak politikus PDIP ini.

Seorang petugas maju dan mengaku bertanggung jawab. "Kurang ajar! Ini yang bikin jalan rusak. Buka laci! Buka!" kata Ganjar.

Ganjar menuju meja dan membuka laci. Dia membanting dua amplop berisi uang ke meja. "Ini apa ini? Apa ini?" katanya sambil melotot ke petugas.

Setelah didesak Ganjar, petugas mengaku aktivitas seperti itu biasa terjadi. Sopir atau kernet truk meninggalkan uang di meja. Padahal menurut aturan, denda harus disertai struk sebagai tanda bukti. Dengan demikian, uangnya masuk ke kas negara.

Sebelum meninggalkan lokasi, Ganjar menelepon Kepala Dishubkominfo Jateng. Mantan anggota DPR ini minta hal itu ditindak tegas. 'Amukan' Ganjar diapresiasi sejumlah kalangan, termasuk dari aktivis ICW.

Visited by PAUD Students, Jokowi Gives Quiz

Jokowi: DKI Sudah Penuhi Kebutuhan Dasar Warga
Hundreds of early childhood education (PAUD) students from Cahaya Permata Indonesia (CPI) and Rumah Pintar Jendela Dunia in Marunda Flat, North Jakarta, visit the City Hall, Jalan Medan Merdeka Selatan, Central Jakarta, Tuesday (4/22).
"Don’t just learn in the classroom. Subject like plants can be studied in botanical garden, or history in the museum. Thus, kids will be happy and not monotonic. Learning becomes something that is not boring"
After had been waiting for quite long, those PAUD students can finally meet Jakarta Governor Joko Widodo (Jokowi).
In that occasion, Jokowi gives quiz to the students. The students who can answer his questions get bags that contain two books, two pens, and a box food.
“Who is Jakarta governor? Who is vice Jakarta governor?” asked Jokowi to the students who instantly scrambled answering his questions.
According to Jokowi, the process of teaching and learning can also be done outside the classroom, such as in the zoo, museum, bank, factory, or even the City Hall.
“ Don’t just learn in the classroom. Subject like plants can be studied in botanical garden, or history in the museum. Thus, kids will be happy and not monotonic. Learning becomes something that is not boring ,” he uttered.
REPORTER : RUDI HERMAWAN | TRANSLATED BY : ISA EFRIADI |